Bersantap Di Rumah Sakit

Screenshot_214Rumah sakit identik dengan kesan tak menyenangkan. Namun, tidak dengan yang satu ini. Malah Anda bisa merasa senang karena bisa berwisata kuliner di sini. Anda akan disambut oleh suster cantik nan seksi dengan rambut palsu berwarna merah. Segeralah cari tempat duduk. Mau duduk dibangku panjang meyerupai kursi roda atau di bangku biasa dengan meja yang dibatasi oleh palang besi yang biasa kita lihat di tempat tidur rumah sakit. Luaskan pandangan ke sekeliling, Anda pun akan merasakan suasana kental seperti di rumah sakit. Seperti tulisan Surgery room, ornamen lampu macam di ruang operasi, gambar anatomi tubuh manusia, dan sebagainya. Sang manajer mengenakan jas putih layaknya dokter sungguhan.

Kami sengaja mengangkat tema rumah sakit untuk menghadirkan dinining experience kepada para tamu. Ini baru pertama kalinya di Indonesia. Pihak restoran berkapasitas 70 orang ini memang menggarap tempat tersebut dengan cukup matang. Tak hanya penampilan, urusan menu pun dipikirkan seksama. Di daftar menu terpampang ragam makanan fusion ditulis dengan embel-embel nama organ tubuh atau penyakit. Bahkan peralatan makan pun menggunakan perkakas dokter atau yang bisa digunakan dirumah sakit. Ambil contoh Thailand chicken allergic, dihidangkan pada tempat makan besi seperti nampah. Penyajiannya saja yang macam ransum RS. Namun, tampilannya dibuat menarik. Daging ayam dimasak dengan saus ala Thai dengan paprika, cabai merah, dan jagung putren. Sudah termasuk nasi, capcay, telur mata sapi, dan kerupuk.
Menu lain Tokyo curry mesti dicoba, yaitu nasi dengan kari khas jepang serta daging. Dagingnya garing diluar, tapi empuk di dalam. Agaknya daging dimatangkan di oven, kemudian digoreng sehingga renyah. Rasa karinya gurih dengan semburat rasa manis. Namun, setelah mengecap beberapa kali, baru terasa sedikit pedas. Jangan bayangkan kari ala India. Kari ala Jepang lebih ringan dengan bumbu yang tidak medok. Yang tampilannya normal adalah pizza dengan toping sebuah bola mata berdarah. Jangan takut, bola matanya terbuat dari sagu dan passion fruit syrup yang menjadi lumuran darahnya.
Mau yang lebih extrem lagi? Coba virgin mexican blood. Minuman ini disajikan dalam kantong infus yang dialirkan ke sebuah gelas, hanya tinggal diseruput saja. Restoran yang menyajikan menu Asia dan Barat ini berlokasi di Jalan Ahmad Dahlan nomer 31 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bagi yang suka sushi, pilihannya ada congenital sushi (baked shrimp roll), anesthetic sushi (salmon creamy roll), dan bacillary sushi. Hospital ini juga menyediakan ragam moktail, koktail, dan wine. Makanan dibanderol Rp35.000-Rp60.000, sedangkan minuman Rp31.000-Rp50.000.

Beda Koktail dan Moktail

Screenshot_215
Koktail merupakan campuran minuman yang terdiri atas dua atau lebih bahan dan menggunakan alkohol sebagai bahan dasar serta bahan pemberi rasa atau pewarna khusus (campur). Bahan dasar yang digunakan, seperti gin, brandy, whisky, tequila, dan rum. Sementara campuran yang biasa digunakan, yaitu vermouth, bitters, anggur, sari buah-buahan, krim, gula, sirup, dan telur. Bahan-bahan tersebut sebagai bahan pelembut dan pemberi rasa atau aroma pada minuman. Adapun bahan pewarna atau pemberi rasa khusus, termasuk sirup buah-buahan, cordials, dan minuman beralkohol dengan berbagai rasa, seperti mint (peppermint), buah cerry, atau greanadine. Koktail yang disajikan sebelum makan biasanya jernih dan kering, untuk membersihkan langit-langit mulut dan merangsang selera.
Sementara yang disuguhkan setelah makan malam biasanya lebih manis dan gurih. Berbeda dengan koktail, moktail adalah sari buah atau jus buah yang dicampur dengan berbagai macam minuman bersoda ringan. Agar mendapatkan efek segar dan istimewa, banyak diciptakan berbagai jenis moktail. Bahkan dengan nama sama dengan koktail atau nama lain yang sangat menarik. Jadi, bagi Anda yang tidak minum alkohol, bisa memilih moktail yang juga banyak ragam.