Teman Tidur Bantu Si Kecil Nyaman

Membuat si kecil terlelap memang gampang-gampang susah. Dibutuhkan suasana kondukrif dengan penerangan yang temaram. Agar bayi tidur lebih nyenyak, terkadang mereka membutuhkan teman tidur yang sekaligusnya membuatnya merasa aman. Tidak seperti orang dewasa yang mudah terlelap, membuat bayi tertidur membutuhkan perhatian ekstra. Pasalnya, bayi  belum memiliki mekanisme tidur yang terbentuk secara baik. Lain dengan orang dewasa yang telah mempunyai mekanisme tidur secara baik.
Mekanisme tidur inilah yang dapat membimbing seseorang memasuki transisi dari kondisi bangun ke kondisi tidur. Proses kompleks dalam mekanisme ini melibatkan transisi yang kompleks pula di dalam kerja otak itu sendiri. Transisi ini menjadi lebih sulit pada bayi karena saat mulai tidur, bayi memasuki fase tidur REM (rapid eye movement), bukan tidur yang nyenyak (quiet sleep). Pada fase ini, otak mengembangkan sinapsis, yaitu koneksi penting yang memungkinkan manusia belajar, bergerak, berpikir, dan mengembangkan berbagai keterampilan baru. Merujuk pada teori autostiumlation, tingginya komponen tidur REM pada bayi menunjukkan stimulasi yang terjadi di otak juga berlangsung lebih maksimal.

Screenshot_129Stimulasi ini tentulah amat penting bagi pertumbuhan sistem susunan saraf pusat bayi. Sebaliknya, fase non REM yang jugadisebut quiet sleep adalah tahapan ketika seseorang benar-benar tertidur pulas. Pada fase tersebut, tubuh bekerja untuk menghasilkan growth hormon (hormon pertumbuhan) untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel yang rusak. Makan umunya orang tua menunggu sampai bayi benar-benar tertidur pulas sebelum akhirnya memindahkan bagi dari gendongan ke atas tempat tidur, Orang tua perlu memahami proses tidur ini sehingga apat membantu bayinya untuk memiliki mekanisme tidur yang baik, serta menikmati tidur tidur yang cukup. Perlu dicatat bahwa bayi usia 1-18 bulan membutuhkan tidur selama 15-18 jam setiap hari.
Tidur yang cukup dapat menunjang perkembangan otak dan menyiapkan kebugaran bayi untuk menerima stimulasi ketika dia bangun. Untuk membantu bayi rileks dan tertidur, orang tua khususnya ibu, yang biasa bertugas menidurkan bayi, juga perlu dalam kondisi tenag dan rileks. Pasalnya, kondisi emosi kita ketika menidurkan bayi juga akan berpengaruh pada bayi yang masih sangat peka dalam merasakan susana di sekitarnya. Jadi, cobalah untuk bersikap setenang dan serileks mungkin. Kecemasan atau stres yang ibu rasakan akan membuat bayi sulit tertidur, selain itu ibu perlu berusaha menciptakan jadwal tidur yang rutin untuk bayi. Tentunya hal ini merupakan proses yang tidak mudah.
Nah, yang menjadi tantangan adalah bayi masih beradaptasi dengan kesehatannya, sedangkan mekanisme tidur mereka pun belum terbentuk. Pada tahap ini ibu dapat membantu bayi mengenali waktu mereka untuk tidur dengan menciptakan suasana yang konduktif di sekitar bayi, Misalkan saja dengan mengurangi cahaya di dalam kamar, mengatur temperatur kamar senyaman mungkin, dan memasang musik lembut yang membantu bayi tertidur.
Kebiasaan bayi sebelum tertidur pun tidak sama, ada bayi yang perlu ditimang dahulu, dinyanyikan, dan ada pula bayi yang merasa nyaman tidur dengan teman tidur. Teman tidur ini dapat berupa boneka, guling atau bantal lembut yang dapat dipeluk bayi ketika tidur. Ibu dapat menemukan dengan mudah boneka yang sucara khusus di desain untuk membantu si kecil tidur, misalnya seperti boneka berbentuk kuda laut dari fisher-price yang dapat memainkan musik lembut, nina bobo atau suara laut yang menenagkan dengan lampu yang akan meredup secara otomatis setelah lima menit.

Tips Agar Tak Terikat Teman Tidur
Tentu, ada orang tua yang merasa khawatir anak akan terlalu terikat dengan teman tidurnya sehingga sulit terpisah darinya. Beberapa anak bahkan tidak mau teman tidurnya dicuci. Orang tua juga khawatir teman tidur ini akan terbawa terus hingga anak beranjak besar, bahkan hingga dewasa nanti. Kekhawatiran orang tua ini dapat dipahami, tapi hal-hal yang sebenarnya dapat dilakukan untuk mencegah kekhawatiran ini menjadi kenyataan. Simak tips berikut :

– Buat Batasan
Berikan batasan tentang keberadaan teman tidur, misalnya hanya boleh digunakan saat tidur dan hanya boleh berada di atas tempat tidur. Anda bisa mengatakan kepada anak bahwa batasan ini diperlukan agar teman tidurnya tidak hilang atau kotor.

– Berikan Mainan Lain
Di luar Aktivitas tidur, berikan anak stimulasi/mainan lain yang membuat dia aktif atau sibuk sehingga melupakan teman tidurnya.

– Jadwalkan Untuk Dicuci
Jadwalkan kapan teman tidur ini harus dicuci. Biasakan anak untuk merelakan teman tidurnya ini absen beberapa hari karena harus dicuci/dibersihkan