Kulit Ketiak Bersih dan Sehat

Agar kulit ketiak bersih, biasanya wanita melakukan shaving dan waxing atau mencabut bulu. Padahal, bila dilakukan secara serampangan kebiasaan tersebut justru dapat membawa permasalahan baru bagi kulit ketiak. Tahukah Anda bahwa kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. Dengan luas hampir dua meter persegi, menjadikan kulit sebagai organ tubuh paling luas dan menjadikannya salah satu bagian terpenting dalam tubuh. Kulit terus-menerus diperbarui oleh tubuh dan sepanjang hidup setiap organ menghasiksn kimbah kulit seberat 18 kilogram. Namun, dibandingkan dengan kulit di bagian tubuh lain.
Kulit ketiak memiliki keistimewahan lain. Misalnya, daerah ini merupakan area terhangat, selain di bagian kelamin. Selain itu, ketiak juga memiliki jumlah pembuluh limfaktik dan akar rambut yang banyak. Berbeda dengan yang tumbuh di lengan dan kepala, akar rambut di ketiak bentuknya kasar dan tebal. Dekat dari akar rambut tersebut terdapat kelenjar aprokin yang mulai aktif bekerja pada seseorang yang telah memasuki masa pubertas. Kelenjar ini akan menghasilkan minyak yang dapat menyebabkan bau di bagian ketiak. Ini yang banyak menjadi problem remaja di kota-kota besar, yaitu bau badan yang berasal dari ketiak.


Apalagi kalau jarang makan buah dan sayur, bau ketiak akan makin menyengat, keluhan utama para kaum hawa yang datang ke dokter kulit terkait masalah ketiak yang paling sering justru warna ketiak yang paling hitam. Setelah itu peradangan kulit akibat tidak cocok menggunakan deodorant atau parfum sehingga menimbulkan iri tasi. Selanjutnya, ketiak yang mengalami infeksi karena bakteri dan jamur. Lalu, ketiak yang mengalami pembengkakan atau scar akibat tindakan waxing yang tidak tepat.Terakhir, banyak juga yang mengalami tumor jinak dengan tanda berupa kulit di ketiak. Kebanyakan dari mereka datang ke dokter sudah dalam keadaan parah karena kebiasaan buruk yang merusak kulit ketiak, kulit sebagai bagian terluar dari tubuh merupakan refleksi bagaimana sebenarnya Anda menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika terlihat bersih dan sehat, Anda termasuk yang rajin merawat badan. Namun, jika kulit tanpak kusam tak terawat, bisa jadi Anda termasuk yang ogah-ogahan menjaga kesehatan tubuh. Untuk merawat ketiak, sebaiknya tidak mencukur bulunya agar tak menyebabkan iritasi.
Ketika mencukur bulu ketiak, nantinya tidak hanya bulu ketiak yang bersih tercukur, tapi juga sebagian kulit ketiak. Kulit ketiak akan kehilangan kelembapan alaminya sehingga menjadi rentan terhadap iritasi, mejadi kemerahan, bahkan meradang. Sehabis mencukur, timbul rasa perih dan kulit terasa kasar. Sebagai mekanisme penyembuhan alami terhadap iritasi, kulit ketiak membentuk melanin dalam jumlah berlebih (hiperpigmentasi). Hal inilah yang menyebabkan noda gelap di permukaan kulit ketiak, selain iritasi akibat pencukuran bulu, noda hitam atau penggelapan warna kulit ketiak bisa juga disebabkan keringat berlebihan dan pemakaian produk perawatan kulit yang tidak tepat. Untuk mencegah terjadinya iritasi diperlukan perawatan ketiak setiap hari, seperti penggunaan deodorant yang tepat.