Kendalikan Gula Darah Dengan 3J

Seiring perubahan gaya hidup, penyakit diabetes dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penyakit yang di tandai oleh tingginya kadar gula darah ini di Indonesia dideritai oleh 8,5 juta orang atau sekitar 5,5 persen dari total penduduk dewasa. Angka ini diprediksi akan terus meningkat menjadi 14 juta orang pada 2035. Penyebabnya adalah terjadinya gangguan metabolisme yang berhubungan dengan hormon insulin. Hormon ini dibutuhkan untuk mengubah glukosa dalam darah menjadi energi. Minimnya kadar insulin atau ketidak mampuan insulin bekerja efektif memicu kadar gula dalam darah (glukosa) meningkat melebihi batas normal.
Bagaimana cara mengatasinya ?
Menerapkan pola makan dengan prinsip 3J (jumlah, jenis, dan jadwal makan) serta olahraga teratur dan terukur adalah langkah mudah dalam membantu meminimalkan terjadinya diabetes.

Diabetasol, pelengkap 3J
DIABETASOL hadir untuk melengkapi pola makan 3J. Segelas Diabetasol mengandung 250 kilo kalori, yang setara dengan kebutuhan jumlah kalori sarapan pagi atau selingan malam untuk membantu mengatur jadwal makan Anda. Diabetasol juga diformulasikan khusus dengan nutrisi seimbang yang dapat memenuhi jenis nutrisi diabetes setiap hari.
Diabetasol memiliki nilai GI (Glicemic Index) rendah yang sesuai bagi diabetesi. GI merupakan angka yang menunjukkan potensi kenaikan kadar gula karena mengkonsumsi suatu jenis karbohidrat. Semakin rendah nilai GI, maka semakin rendah kadar gula darah setelah konsumsi. Diabetasol Sweetener adalah pemanis 0 kalori yang dapat dijadikan pendamping untuk hidup sehat terhindar dari diabetes. Pemanis ini memiliki kelebihan karena menggunakan sukralosa, rasa manis tidak berubah pada suhu tinggi, serta dapat dijadikan pemanis untuk teh, kopi dan minuman lain. Tingkat kemanisan 1 saset Diabetasol No Calorie Sweetener serta dengan 2 sendok teh gula.
Selain membantu penderita diabetes untuk melakukan pola makan sehat 3J, Diabetasol juga secara terus-menerus melakukan edukasi kepada masyarakat dengan Kampanye Gerakan Stop Diabetes sebagai bukti komitmen kalbe untuk meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik.

Jadwal Makan
MENGENAI jadwal, disarankan menjalankan aturan 3 kali makan besar dan 3 kali makan kecil. Bagi penderita diabetea disarankan untuk makan setiap 2,5-3 jam sekali. Jadwal ini mencakup tiga kali makan utama (pagi, siang, sore/malam), dan tiga kali selingan makanan di antara jadwal makan utama. Sebaiknya , selingan makanan dapat berupa buah-buahan, dan bukan makanan berkadar lemak dan garam tinggi. Makanan berlemak dan mengandung garam tinggi dapat memicu terjadinya komplikasi kerusakan pembuluh darah penderita diabetes. Selain menerapkan prinsip 3J, pemerikasaan kondisi kadar gula darah secara rutin tetap dibutuhkan.

Jumlah dan Sumber Kalori
KEBUTUHAN akan jumlah kalori bagi tiap-tiap orang berbeda, tergantung dari berat badan, tinggi badan, usia, kondisi tubuh, jenis kelamin, cara makan, dan aktivitas. Untuk menghitungnya, terlebih dahulu kita harus, mengetahui berat badan ideal.Indeks Massa Tubuh (IMT) pun patut dicermati untuk mengantisipasi terjadinya obesitas. Pasalnya, obesitas dapat memicu resistensi insulin atau tingkat kepekaan hormon insulin terhadap gula. Efeknya, gula tak terdistribusi optimal dalam tubuh dan bisa memicu diabetes. Menerapkan konsep 1.500 kalori/hari adalah langkah tepat menjadikan tubuh sehat dan relatif trhindar dari diabetes.
Dari jenis makanan, dianjurkan memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Jenis ini mengandung serat dan relatif tidak membuat gula darah naik tiba-tiba. Hanya saja porsi tetap disesuaikan dengan kebutuhan kalori per hari. Dianjurkan, konsumsi karbohidrat adalah sekitar 45-65 persen, protein 15-20 persen, dan lemak tidak lebih dari 30 persen dari jumlah total kalori harian. Lengkapi dengan vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah cukup.