Kebiasaan Buruk Yang Pengaruhi Gigi

Merawat gigi tidak melulu soal sakit gigi. Kebiasaan buruk yang dilakukan pada masa anak-anak juga berpengaruh pada tumbuh kembang rahang dan wajah. Cegah kebiasaan buruk si kecil sejak dini.

Coba perhatikan, apakah balita Anda memiliki kebiasaan buruk yang dapat berpengaruh pada kesehatan giginya. Satu yang sangat jelas adalah kebiasaan penggunaan empeng atau dot. Orang tua biasanya membekali anak dengan empeng ketika anak sedang rewel. Akibatnya sang anak jadi tidak bisa lepas dengan benda tersebut. Kebiasaan lainnya yang juga tidak baik mengisap jari dan bernapas melalui mulut. Kebisa bernapaa lewat mulut bisa jadi lantaran si kecil menderita tonsilitis (radang mandel). atau bisa pula karena tersumbatnya hidung sebagai saluran pernapasan yang normal.
Hal ini dapat terjadi karena adanya kelainan antonim hidung atau penyakit-penyakit hidung, antara lain polip. sinusitis, dan rhinitis kronis. Segera kosultasi ke poliklinik telinga, hidung dan tenggorokan  (THT) untuk mengetahui ada tidaknya kelainan saluran pernapasan. Apabila tidak diketemukan kelainan, sebaiknya orang tua perlu bekerja sama dengan dokter gigi. Dokter gigi akan membuat alat ortodonti untuk melatih anak bernapas melalui hidung.

Screenshot_88Screenshot_87

Pola penelanan yang sala, kebiasaan mengunyah dengan satu gigi, hingga bertopang dagu juga dapat memengaruhi tumbuh kembang rahang dan wajah. Termasuk menjulurkan lidah kedepan (abnormal tongue position). Kebiasaan ini akan menggangu kesimbangan otot-otot di sekitar mulut dan lengkungan gigi. Dengan begitu dapat memengaruhi posisi gigi. Posisi gigi yang terdorong ke arah bibir menyebabkan mulut tampak tonggos.
Adapun kebiasaan menguyah satu sisi karena menghindari gigi yang sakit. Bagian yang sering difungsikan akan memicu perkembangan rahang. Adapun yang dibiarkan pasif menjadi tidak begitu berkembang. Bahkan, tidur dengan bertumpu atau miring hanya disalah satu sisi wajah yang dilakukan terus menerus membuat satu sisi wajah tersebut tidak dapat berkembang sempurna, sedangkan sisi yang bebas sebaiknya apalagi dalam masa pertumbuhan aktif. saat itu menyebabkan bentuk wajah yang tidak seimbang antara kiri dan kanan. tentu disayangkan banyak orang tua yang tidak menyadari kebiasaan buruk anak-anak tersebut.
Mereka juga tak mengerti dampaknya kelak pada susunan gigi anak. Orang tua harus lebih aware dengan keadaan anak, beri tahu anak bahwa kebiasaan buruk itu akan berpengaruh pada kesehatan giginya nanti. Hal ini sangat penting. sebab, kebiasaan itu dapat menjadi masalah yang serius nantinya. Ingat anak  masih dalam proses pertumbuhan jangan terlalu di biasakan,maka proses pertumbuhan anak akan terganggu. Jadi lama-kelamaan akan terjadi penyimpangan.