Jangan Suka Menahan Kencing

Menahan kencing, apa pun alasanya, sangat berbahaya. Kuman pada urine bila tak cepat dikeluarkan bisa menyebabkan infeksi kandung kemih hingga gangguan ginjal.

Akibat Sering Menahan Kencing :
– Infeksi Kandungan Kemih
Menahan kencing bisa sangat memungkinkan merusak saluran kemih. Air kencing di dalam tubuh yang banyak mengandung kuman, akan memengaruhi saluran kandungan kemih. Semakin banyak air kencing yang ditahan dalam kandung kemih, maka semakin banyak pula kuman yang ditahan dalam kandung kemih. Kondisi ini berisiko memicu infeksi kandung kemih.

– Penyumbatan Ureter
Penyumbatan disebabkan Urine yang berisi limbah tubuh tidak segera dikeluarkan. Ibarat saluran air yang jarang dibersihkan, maka kotoran lama-kelamaan akan menyumbat  saluran tersebut. Kotoran yang menumpuk juga menimbulkan pembusukan dan infeksi di saluran ginjal.

– Infeksi Ginjal
Semakin lama kencing ditahan, semakin banyak pula jumlah kuman yang mengendap di tubuh. Kuman yang banyak tersebut kemungkinan besar bisa naik hingga keginjal. Kasus ini jarang terjadi, tapi sangat mungkin terjadi. Kuman yang naik hingga ginjal sangat berisiko menyebabkan infeksi ginjal.

Jika kondisi ini berlansung berkali-kali, maka akan berdampak buruk bagi tubuh. Virus kotoran, atau limbah racun yang akan keluar secara otomatis juga terhambat. Padahal, jika tidak dikeluarkan virus-virus tersebut bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Infeksi terjadi karena naiknya kuman pada saluran kemih. Limbah atau kotoran dari air kemih sangat berbahaya karena banyak mineral atau zat-zat yang kita peroleh dari makanan dan minuman yang tidak larut dicerna tubuh. Zat ini akan bercampur dan jika tertahan dalam tubuh, zat ini akan membeku dan menyumbat saluran kemih atau masuk ke dalam ginjal.


Jika seseorang memiliki masalah di kandung kemih, seperti pompa yang kurang baik atau kandung kemih yang sudah berlebih, maka bisa jadi saat buang air kecil, urine yang keluar tidak sampai selesai. Sisa urine yang tertinggal di kandung kemih bisa menyebabkan infeksi di saluran kemih. Normalnya kandung kemih bisa menampung urine 300-400cc. Saat seseorang berkemih atau buang air kecil, seharusnya urine di dalam kandung kemih tersebut dikeluarkan semuanya atau bersisa maksimal 12cc saja. Gampangnya, seseorang bisa dikatakan normal bila intensitas buang air kecil kurang dari 8 kali sehari.
Saat seseorang menahan buang air kecil, kandung kemih akan melar atau meregang dan membuat pompa di kandung kemih tidak bisa berfungsi dengan baik saat buang air kecil. Jadi, tak jarang banyak orang yang baru selesai buang air kecil, tak lama kemudian akan timbul kembali rasa ingin pipis. Urine yang tersisa banyak dikandung kemih membuat saluran tersebut mudah terkena infeksi. Namun, jika akibat menahan tersebut membuat pompa kandung kemih memberikan tekanan yang tinggi, bisa mengakibatkan kerusakan ginjal. Awalnya akan mengalami batu ginjal.
Saat terjadi tekanan tinggi dari pompa kandung kemih, sesorang tidak akan merasakan apa-apa. Kerusakan ginjal yang terjadi akan lebih berbahaya jika ditemukan adanya infeksi pada kandung kemih. Jika tidak ada infeksi, kemungkinan menyebabkan pembengkakan ginjal. Namun, kedua kondisi tersebut tentu saja tidak baik untuk kesehatan dan bisa berbahaya jika terjadi terus-menerus . Sementara, bagi orang yang telah memiliki gangguan berkemih, sebaiknya membuat buku harian mengenai pola buang air kecilnya. Dengan begitu, bisa diketahui pola tersendiri pada jam berapa saja dia akan berkemih.
Hal ini akan menghindarkan dirinya dari kondisi menahan buang air kecil. Tidak ada jangka waktu pasti bagi seseorang untuk berkemih. Sebab, kemampuan pompa kandung kemih setiap orang berbeda. karena itu, jadwal seseorang berkemih harus dideteksi sendiri. Pada orang tua yang rentan mengidap penyakit degeneratif, akan lebih sering berkemih dibandingkan orang di usia lebih muda. Disarankan memakai popok khusus orang tua untuk menghindari kesulitan mencari toilet di kala macet.
Bila anak muda mampu menahan berkemih selama dua jam, orang tua yang kemampuan sarafnya telah menurun bisa setiap 30 menit bolak-balik toilet. Selain itu, seberapa sering seseorang berkemih bergantung seberapa banyak cairan yang dikonsumsi dan jenisnya. Alkohol, kafein, dan soda di sebut sebagai jenis utama yang memacu timbulnya perasaan berkemih. Bila akan berpergian jauh, pastikan sudah ke toilet sebelum berangkat dan tidak mengkonsumsi pemicu urine, bila kondisi dalam perjalanan, selalu berhenti di SPBU terdekat untuk langsung ke toilet agar terhindar dari infeksi saluran kemih.