Belajar Bahasa Sejak di Kandungan

Saat masih berada dalam kandungan, bayi tak hanya mendengarkan suara ibu, tetapi sudah mengerti dan mulai belajar bahasa. Jadi, seing-seringlah ajak nobrol si buah hati meski masih dalam di dalam perut. Sebuah studi baru menunjukkan, bayi dalam kandungan tidak hanya bisa mendengar suara ibunya, tetapi sudah mengerti dan mulai belajar soal bahasa.

Screenshot_100     Nyatanya, calon ibu yang yang sering berkomunikasi dengan bayi
di dalam perut sejatinya memberikan landasan yang baik bagi
sang buah hati dalam hal perkembangan bahasa. Hasil penelitian
menyebutkan, bayi telah mulai menyerap bahasa ketika mereka
berada di dalam rahim selama 10 minggu terakhir kehamilan,
lebih awal dari keyakinan yang dipegang sebelumnya.
Bayi yang lahir sebenarnya bisa membedakan antara bahasa ibu
dan bahasa asing hanya beberapa jam setelah mereka lahir.
“Pesan utama untuk ibu baru adalah bahwa bayi mereka mendengarkan belajar dan mengingat selama tahapan terakhir kehamilan. Otak mereka tidak menunggu samapai dia lahir untuk mulai menyerap informasi “.


Suara ibu dapat didengar karena diperlukan oleh bagian tubuhnya. Ibu tidak harus menempatkan earphone di perut dan bermain musik karena sudah berisik disana. Belajar suara huruf vokalnya terjadi secara alami. Calon ibu harus memiliki keyakinan bahwa bayi mereka berkembang dan tumbuh dari suara yang dia sediakan untuk bayi, ini adalah bagian kita memulai dari pengenalan bahasa. Suara ibu kepada bayi juga berhubungan dengan gerakan. Ibu yang bergerak ketika dia berbicara, dan diafragmanya bergoyang ketika bercakap-cakap, dan kita berpikir bahwa kedua cara ini mungkin berguna dan dapat membantu membuat suara lebih terdengar.