Antibiotik

Orang tua harus hati-hati memberi obat antibiotik saat sakit. Selai dapat membunuh bakteri baik yang berguna bagi tubuh, penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat menyebabkan bakteri bermutasi dan menjadi resisten. Tidak ada orang tua yang tega melihat buah hatinya sakit berlarut-larut walaupun hanya terserang flu biasa. Karena itu, banyak orang tua yang langsung memberikan antibiotik agar si kecil cepat sembuh. Dokter pun kini sangat hobi kepada pasien anak. Padahal, mengonsumsi antibiotik secara serampang merupakan perilaku salah kaprah yang banyak dilakukan masyarakat di sekitar kita.
Memang penggunaan obat yang tidak aman seperti antibiotik merupakan masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia termasuk di Indonesia, karena dapat membahayakan kesehatan. Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik cenderung berlebihan dan umumnya justru diberikan pada penyakit atau kondisi yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotik. Hasil riset menunjukkan bahwa untuk anak-anak penderita infeksi virus, yang sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa obat-obatan, seperti demam, diberikan antibiotik (86,4%), demikian juga dengan diare (74,1%) bahwa 50% resep di puskesmas dan rumah askit di Tanah Air mengandung antibiotik, antibiotik diresepkan untuk penyakit-penyakit yang disebabkan virus seperti diare akut dan selesma atau flu.

Screenshot_106      Antibiotik seharusnya digunakan dengan hati-hati, tidak digunakan
tanpa indikasi yang tepat, serta dibeli dengan resep dokter. Tentu saja
praktik peresepan obat seperti ini berpotensi membahayakan
kesehatan anak. Antibiotik itu bukan obat dewa. Kalau sekadar
terserang penyakit yang disebabkan virus, seperti batuk pilek, selesma
dan diare, maka tidak perlu minum antibiotik karena anak memiliki
sistem imunitas sendiri. Namun, di dalam tubuh kita, banyak sekali bakteri, bahkan salah satunya kandungan air susu ibu (ASI) adalah bakteri. Jadi, sebenarnya, kebanyakan bakteri tidaklah jahat dan bahkan bermanfaat buat tubuh.
Harus diingat, antibiotik sama sekali tidak bekerja terhadap penyakit akibat virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita. Jadi, kalau bakteri baik juga dibunuh dengan antibiotik, maka space untuk bakteri itu kosong dan bakal dihuni bakteri jahat dan jamur. Bentuk penggunaan antibiotik yang tidak bijak cukup beragam, mulai ketidak tepatan dalam pemilihan jenis antibiotik hingga cara dan lama pemberiannya. Kebiasan memberikan antibiotik dengan dosis yang tidak tepat, frekuensi pemberian yang keliru, atau waktu pemberian terlalu singkat atau terlalu lama, selain mengurangi efekasinya sebagai pembunuh mikroba, juga menimbulkan masalah resistensi.
Resistensi dapat menyebabkan pasien menderita sakit yang lebih berat, lebih lama, terpapar risiko toksisitas , risiko kematian, dan pengobatan yang lebih mahal.
Bakteri bukanlah musuh manusia kerena manusia tidak dapat hidup tanpa bakteri. Upaya manusia melawan atau memusnahkan bakteri adalah upaya yang sia-sia, bahkan pada akhirnya mengakibatkan kerugian.

TIPS AMAN MINUM ANTIBIOTIK

  1. Jangan sekali-kali membeli atau menggunakan antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. Jika pernah tersisa antibiotik dari resep sebelumnya, sebaiknya jangan digunakan tanpa instruksi dokter.
  2. Jangan konsumsi lebih dari satu jenis antibiotik pada waktu bersamaan. Anda bisa mengonsumsi lebih dari satu antibiotik pada waktu bersamaan jika itu memang diresepkan secara medis. Kalu tidak, jangan coba-coba mengonsumsi lebih dari satu jenis antibiotik bersamaan.
  3. Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter, dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep. Jangan percaya pada rekomendasi teman, kerabat, atau petugas apotek yang menyarankan meminum antibiotik tertentu tanpa rekomendasi dokter.
  4. Saat berobat, tanyakan kepada dokter, obat mana dari resep yang mengandung antibiotik. Tanyakan pula dosis dan cara minumnya. Salah penggunaan antibiotik menyebabkan obat ini menjadi tidak efektif lagi, bisa terjadi kekebalan kuman, bahkan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.
  5. Tuntaskan resep dokter sesuai anjuran. Jangan pernah berhenti makan antibiotik meski sudah tidak merasakan gejala penyakit atau sudah merasa sehat. Pemberhentian antibiotik yang tidak sesuai waktu, atau terlalu cepat, bisa membuat bakteri bertahan hidup dan menyebabkan infeksi berulang
  6. Umumnya penggunaan antibiotik dikonsumsi 30 menit sesudah makan, kecuali antibiotik amoxicilin harus diminum sebelum makan.