Selintas Tentang HIV / AIDS

Keengganan sebagian orang untuk berinteraksi dengan orang yang menyandang penyakit HIV/AIDS karena takut tertular merupakan salah satu indikator HIV/AIDS belum dikenal baik oleh masyarakat awam, berbagai stigma yang melekat pada orang penyandang HIV/AIDS pun turut mengukuhkan hal tersebut. AIDS, apa itu AIDS (acquired immune deficiency syndrome) atau sindrom kehilangan kekebalan tubuh adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia sesudah sistem kekebalan tubuh manusia sesudah sistem kekebalannya dirusak oleh virus yang disebut HIV (human immunodeficiency virus).
Tubuh kita memiliki sistem kekebalan yang bertugas melindungi kita dari penyakit apa pun yang menyerang dari luar, salah satu sel yang bertanggung jawab terhadap imunitas tersebut adalah CD4. Fungsinya mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, tergantung apakah ada kuman yang harus dilawan. Pada orang sehat jumlahnya 500-1.000 sel per millimeter kubik darah. Pada orang yang terinfeksi HIV, jumlah ini terus menurun.

Penularan Dan Pencegahan
HIV ditularkan melalui tiga jalur, yaitu hubungan seksual, tranfusi darah dan pemakaian alat-alat yang sudah tercemar HIV seperti jarum suntik dan pisau cukur, serta melalui ibu yang hidup dengan HIV kepada janin di kandungannya atau bayi yang disusuinya. Untuk memperkecil risiko tertular HIV melalui hubungan seksual, perinsip paling dasar adalah tidak berganti-ganti pasangan dan melakukan hubungan seks aman dengan menggunakan kondom. Ibu yang hidup dengan HIV/AIDS dapat mencegah penularan kepada anak dengan program PPTCT atau di sevut dengan Prevention Parent To Child Transmission, ibu harus menekan virusnya obat antiretroviral (ARV) sebelum kehamilan, pada saat melahirkan, meski pada dengan melahirkan normal pun bayi bisa saja tidak tertular. Risiko penularan bisa ditekan lagi dengan bedah caesar.

Pengobatan
Saat ini HIV/AIDS ditangani dengan terapi antiretroviral (ART) pengobatan infeksi HIV dengan beberapa obat. karena HIV adalah retrovirus, obat ini biasa disebut sebagai obat antiretroviral (ARV). ARV tidak membunuh virus, tetapi dapat memperlambat pertumbuhannya, tetapi dengan ARV berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus menekan pertumbuhan virus. Belum ada jawaban pasti kapan terapi ini aharus dimulai, sebaiknya sudah dimulai sebelum CD4 turun di bawah angka 350.