Saat Hamil Muntah Berat

Mual dan muntah pada kehamilan pertama merupakan hal yang wajar. Namun, jika berlebihan dan tak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan cairan, penurunan bera, malnutrisi, dan membahayakan perkembangan janin dan ibu. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan menjelaskan HG (hypermesis gravidarum) adalah suatu keadaan di mana seorang ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan yang terjadi pada trimester pertama kehamilan, bisa sampai 30 kali dalam satu hari.
Mual dan muntah pada wanita yang sedang hamil muda memang wajar dan hampir terjadi pada semua ibu yang mengandung, keadaan lebih parah karena membuat mereka tidak bisa makan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.Hal ini bisa menimbulkan dampak seperti berat badan ibu akan turun serta kekurangan cairan dan ketidak seimbangan elektrolit, efek lainnya pada penderita HG yaitu komplikasi berupa tertimbunnya racun dalam darah atau urine yang disebut ketosis, yakni tubuh mencoba untuk mengompensasi kekurangan makanan melalui mulut. Dampak terparah kondisi ini, dapat menyebabkan 3,5% dari 1.000 penderita mengalami muntah darah . Bahkan ibu dapat mengalami robekan selaput lendir esofagus dan lambung sehingga meningkatkan risiko kematian pada ibu hamil, gejala yang menyertai penyakit ini diantaranya tekanan darah yang menurun , mudah lelah, debar jantung makin cepat, sakit kepala, pingsan, sampai mengalami insufisiensi nutrisi yang mengakibatkan bayi tidak berkembang dengan optimal.

Pasien HG umumnya akan menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di rumah sakit dan mendapatkan sejumlah terapi obat-obatan dan suplemen untuk menyeimbangkan elektrolit tubuh. Kondisi HG diketahui terjadi pada satu dari 50 kehamilan, yang terlihat saat kandungan menginjak usia enam sampai 12 minggu, 20% wanita hamil yang pernah mengalaminya pada masa kehamilan pertama dana akan mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya. Penyebab terjadinya HG yaitu Hormon ke hamilan human chorionic gonadotropin (HCG) dan progesteron yang meningkatkan setelah masa pembuahan.
Faktor risiko terjadinya kondisi ini paling sering terjadi akibat kehamilan kembar, mengandung anak pertama, atau faktor psikologis yang dapat mengganggu proses kehamilan. Keadaan mual dan muntah hebat ini mesti segera diatasi, jika tidak akan membahayakan pertumbuhan jamnin dan kondisi kesehatan ibu. Dengan penanganan yang baik dan intensif semua keluhan biasanya akan lenyap pada trimester kedua masa kehamilan. Ibu hamil muda sebaiknya harus bisa untuk mengatur asupan makanan setiap harinya.

Kurangi Morning Sickness dengan cara ini :

  1.  Dengarkan Musik
    Siapkan alat pemutar musik lainnya dan nyalahkan kompilasi lagu yang dimusikalisasi khusus untuk menenangkan Anda pada masa penuh gejolak ini.
  2. Minum Multivitamin
    Pil atau tablet multivitamin untuk kehamilan, seperti zinc an vitamin B6 merupakan vitamin dan mineral yang baik untuk mencegah mual pada kehamilan. Anda bisa mengkonsumsinya secara individual.
  3. Hirup Aroma Terapi
    Tetesi tisu dengan beberapa tetes minyak esensial aroma terapi lemon atau jeruk mandari untuk dihirup saat anda merasakan mual. Hati-hati, beberapa aroma yang sangat tidak dianjurkan untuk perempuan hamil-bahkan dapat membahayakan janin.
  4. Minum Cuka
    Anda juga bisa menggunakan cuka ketika rasa mual itu datang, campur 2-3 sendok teh cuka dalam secangkir air hangat dan minum sebagai teman sarapan. Cuka akan mengeringkan mulut dan akan megurangi mual.
  5. Seduh Teh Mint
    Beberapa riset di mancanegara juga mengkhawatirkan efek konsumsi jahe berlebihan selama kehamilan pada janin, mengapa tidak coba teh pepermint yang sama-sama baik untuk menata perut Anda.
  6. Jalan-jalan Di Taman
    Latihan olahraga ringan dapat membatu meringankan berbagai gangguan pada kehamilan, termasuk panas dalam dan morning sickness saat jam makan siang sempatkan sejenak berjalan-jalan di sekeliling kantor.
  7. Akupuntur
    Ilmu pengobatan tradisi Asia Timur dengan tusukan jarum khusus pada titik-titik tertentu pad tubuh dapat membantu menyamankan mual-mual dengan target tusukan pada seputar lengan.