Kanker Hati

Waspadai Seranagan Kanker Hati
Masyarakat masih menganggap sepele hal-hal yang dapat merusak kinerja oragan hati dan kemudian menyebabkan penyakit hati dan kanker hati. Insiden kanker hati dari tahun ketahun meningkat di mana pasien yang sering datang dalam kondisi stadium nonkuratif, pasien juga sering datang dalam kondisi ukuran tumor besar dan fungsi hati yang buruk. Karena itu, sosialisasi bagi orang awam mengenai kanker hati serta skrining awal pasien-pasien dengan risiko tinggi kanker hati perlu dilakukan sejak dini sebelum terlanjut berada di stadium lanjut.
Organ hati atau disebut juga dengan liver dalam tubuh manusia memiliki ragam fungsi primer untuk menyaring dan memperoses darah serta memainkan peranan penting pada metabolisme dan pembersihan toksin dalam tubuh. Guna meningkatkan kualitas hidup, pasien kanker hati yang sudah berada dalam stadium lanjut harus mendapatkan pengobatan oral atau terapi sistemik yang tergolong sangat mahal karena tidak dapat ditangani melalui operasi atau unresectabel. Faktor risiko utama menderita menderita penyakit ini adalah pasien peradangan hati atau yang dikenal dengan nama hepatitis.
Hepatitis disebabkan oleh virus dan terdiri atas beberapa tipe yaitu hepetitis A, B, C, D, atau E yang lantas bisa memicu pengerasan atau sirosis  hati yang kemudian berujung pada kanker hati. Penyebab lain terserangnya kanker hati adalah gaya hidup yang tidak sehat, misalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak atau minuman beralkohol. Tanda dan gejala kanker hati stadium lanjut diantaranya nyeri diperut bagian atas, kembung, mual, muntah, nafsu makan berkurang, perut terasa penuh, serta berat badan turun signifikan lebih dari 10% dari bobot tubuh meski tidak sedang menjalani program penurunan berat badan. Selain itu ada juga tanda-tanda yang lebih spesifik untuk kanker hati stadium lanjut, yaitu kulit  dan mata berwarna kuning, badan lemah dan lesu, tinja berwarna pucat, dan air seni berwarna gelap.


Jika mengalami tanda-tanda seperti itu, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis seta penanganan yang tepat. Penanganan kanker hati memang cukup sulit karena pada tahap awal penyakit ini tanpa gejala berarti, kalaupun memunculkan keluhan seperti nyeri di perut, terkadang susah membedakan dengan gejala gangguan pencernaan seperti magg, bahkan dokter sekalipun masih sering salah dalam mendiagnosis kanker hati, apalagi masyarakat awam.
Screenshot_312

Menghindari Kanker Hati :

  • Konsumsi makanan tanpa bahan pengawet
    Biasakan hidup sehat dengan menghidari makanan yang mengandung bahan pengawet dan sayuran berpestisida sebab, makanan tersebut mengadung racun dan zat berbahaya yang dapat memperberat fungsi kerja hati.
  • Hindari berbagi sikat gigi atau alat cukur
    Hepetitis B dan C ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan cairan mani atau vagina. Oleh karena itu meski aman bagi pasien dengan hepatitis untuk berbagi makanan dengan teman-teman mereka dan keluarga berbagi sikat gigi dan alat cukur harus dihindari.
  • Vaksimasi hepatitis
    Vaksimasi untuk hepatitis B merupakan metode utama untuk pencegahan kanker hati. Banyak penelitian telah menunjukkan kematian karena kanker hati lebih rendah di negara-negara yang mempraktikan vaksinasi universal pada bayi yang baru lahir. Skrining, jika diperlukan untuk hepatitis B sangat dianjurkan.
  • Diet sehat
    Untuk menghambat risiko sirosis hati dan mengurangi risiko kanker, Anda harus menjalankan diet dan mengurangi konsumsi alkohol. Telah terbukti bahwa perlemakan hati juga terkait dengan diabetes yang tidak terkontrol, diet rendah lemak, rendah kolestrol, dan makan tak berminyak dianjurkan untuk pasien tersebut.
  • Rutin berolahraga
    Pasien dengan perlemakan hati kelebihan berat badan perlu memiliki sistem kardiovaskular yang tepat sebelum menjalani program latihan atau olahraga apa pun.