Gizi Terpenuhi, Anak Cerdas

Masa kanak-kanak merupakan periode emas pertumbuhan yang biasa disebut windows of opportunities, dimana pertumbuhan anak berkembang sangat pesat dan tidak dapat berulang. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, perhatian pemenuhan nutrisi yang tepat. Faktor gizi merupakan kebutuhan dasar bagi setiap anak, asupan nutrisi yang tidak memadai dapat menyebabkan anak mengalami gizi buruk. Berat badan yang kurang dibandingkan dengan yang standar merupakan indikator pertama yang dapat dilihat ketika seorang anak mengalami kurang gizi. Dalam  jangka panjang, kurangnya asupan nutrisi akan menhambat pertumbuhan tinggi daban dan akhirnya berdampak buruk bagi perkembangan mental dan intelektual anak.
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tubuh dan berkembang dengan optimal, pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang berbeda. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan yang dapat diukur dengan saruan panjang dan berat, seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Sementara definisi perkembangan yaitu bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan motorik kasar, motorik halus, bicara, bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian.


Tiga kebutuhan dasar anak untuk tubuh kembang optimal. Pertama, kebutuhan fisik dan biologis dimana anak membutuhkan nutrisi, imunisasi, kebersihan badan dan lingkungan, pakaian, pengobatan, olahraga, dan bermain. ASI merupakan makana terbaik yang mendukung pertumbuhan anak, selain itu dibutuhkan nutrisi esternal yang lain bagi anak yaitu, nutrisi untuk pertumbuhan fisik seperti karbohidrat, protein, lemak, multivitamin, dan multimineral. Juga nutrisi untuk pertumbuahan otak, selain ALA/LA/SA,DHA/AA, kolin, tirosin dan triptophan.
Jika nutrisi ini tidak terpenuhi, terutama kekurangan zat besi, anak akan mengalami gangguan seperti lambat menerima dan memproses informasi, sulit memusatkan perhatian, hiperaktivitas, gangguan pengendalian emosi, gangguan memori, serta lambat pembelajaran lingkungan, kecerdasan otak prestasi sekolah, keterampilan pemecahan masalah anak, juga akan rendah.
Asupan gizi pada anak mesti diberikan  sejak hari pertama sampai 270 hari dalam masa kandungan, dilanjutkan dengan 180 hari masa menyusui dan 550 hari masa pemberian makanan pendamping ASI. Di Indonesia bayi dan balita serta wanita masih banyak yang kekurangan zat besi. Banyak dari mereka yang akhirnya menderita gizi buruk, yaitu sekitar 5,4 % dari populasi. Perlu memperhatikan kebutuhan gizi baik mikro maupun makro, dimulai sejak dalam kandungan, sebab kurangnya asupan gizi pada periode ini dapat menyebabkan gangguan fisik, otak, dan metabolisme. Hal yang tak kalah penting, yaitu faktor kebersihan di rumah tangga seperti, air, udara, makanan, pakaian, tempat tinggal, dan lingkungan.