Cek BAB

Cek BAB, Deteksi Kanker Kolorektal
Dengan rajin mengecek pola buang air besar BAB, kanker usus besar atau disebut juga dengan kanker kolorektal dapat diketahui secara dini. Bila diketahui lebih awal, kanker usus besar sebenarnya bisa dikalahkan. Kanker kolorektal termasuk salah satu penyakit yang harus menjadi perhatian di masyarakat, kanker kolorektal berada pada urutan ketiga jenis kanker yang paling mematikan peringatan keempat dunia. Meski termasuk dalam penyakit paling mematikan bila terdeteksi sejak dini kanker kolorektal bisa disembuhkan.
Kanker kolorektal adalah pertumbuhan abnormal sel-sel atau pembentukan tumor diusus besar dan rektum. Sel-sel ini dapat menyebar atau bermetastasis dan merusak jaringan lain atau organ dalam tubuh yang disebut sebagai sel-sel kanker. Pada dasarnya usus besar berfungsi sebagai organ penyimpanan feses sebelum dikeluarkan dari tubuh, sedangkan rektum adalah ujung usus besar yang berdekatan dengan anus. Struktur dari saluran pencernaan adalah sasaran utama kanker kolorektal. Jika tidak segera diberikan pengobatan, sel kanker juga dapat menyebar ke hati, paru-paru dan organ tubuh yang berbeda disebabkan oleh sel kanker menyebabkan disfungsi beberapa organ yang dapat mengakibatkan kematian, kanker kolorektal termasuk jenis kanker mematikan, namun gejalanya mudah dikena. Salah satu yang paling gampang dilakukan masyarakat sehari-hari adalah dengan memperhatikan pola BAB meluputi frekuensi BAB, bentuk, dan warna feses, sembelit atau diare berkepanjangan, bahkan ada bercak darah di feses.


Bisa juga ketika perut masih terasa penuh meski sudah BAB serta terasa kembung diperut. Banyak orang tidak mengalami gejala kanker kolorektal pada stadium awal. Pada dasarnya kanker kolorektal bisa dikalahkan dengan melakukan deteksi dini dan segeralah ke dokter jika merasakan gejala-gejala tersebut sehingga anda bisa mendapatkan tindakan medis yang tepat. Sampai saat ini penyebab kanker kolorektal masih belum diketahui ada bebrapa faktor risiko kanker kolorektal diantaranya usia 50 tahun. Meski demikian, kanker ini bisa juga dialami orang yang lebih muda dan memiliki sejarah kesehatan keluarga dengan kanker kolorektal serta polip pada usus, selai itu pernah mengalami kanker kolorektal atau memiliki polip pada usus memiliki keturunan mutasi gen yang meningkatkan risiko kanker kolorektal, dan pernah menjalani terapi radiasi yang ditunjukan ke bagian perut.
Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan sembarangan yaitu asupan makanan yang tinggi lemak dan protein serta rendah serat, jarang melakukan aktivitas fisik, menderita diaberes, obesitas, merokok, dan mengonsumsi alkohol juga rentan terkena penyakit ini. Salah satu langkah untuk menekan risiko kanker usus besar memang dengan menerapkan gaya hidup sehat dan yang paling penting adalah memperhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari pastikan mengonsumsi buah-buahan yang bervariasi, sayuran, gandum utuh dalam menu makanan anda setiap harinya.

Mencegah Kanker Usus Besar

Hindari makanan tinggi lemak, protein, kalori, dan daging merah
Lemak banyak menyebabkan banyak masalah dalam tubuh, termasuk sebagai pemicu kanker. Jangan lupakan konsumsi kalsium dan asam folat. Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen, seperti makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, dan dipanggang sampai keluar arang atau gosong.

Makan buah dan sayuran setiap hari
Makan banyak sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, seperti tempe, tahu, dan makanan yang banyak mengandung serat. Paling tidak satu atau dua kali sehari mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan .

Konsumsi makanan berserat
Makanan berserat berguna untuk memperlancar buang air besar dan menurunkan derajat keasaman, kosentrasi asam lemak, asam empedu, dan besi dalam usus besar.

Lakukan aktivitas fisik
Saat berolahraga, lemak dalam tubuh akan terbakar dan mempercepat metabolisme. Hal itu akan mencegah terjadinya kanker, kegiatan fisik dengan olahraga secara terataur disertai kesehatan mental dan rohani merupakan bagian terpadu dalam upaya pencegahan penyakit kanker kolon.

Hindari kebiasaan meroko
Merokok merupakan sebab utama terjadinya kanker. Jauhi anak-anak anda dan ibu-ibu hamil dari asap rokok karena sangat berbahaya bagi bayi yang dikandung.

Pertahanan indeks massa tubuh (IMT)
Hindari berat badan berlebihan atau kegemukan, timbanglah berat badan sekali seminggu. Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, risiko terjadinya kanker lebih besat.