Bahaya Sumbatan Jantung

Pembuluh dara jantung yang tersumbat dapat berakibat fatal. Tindakan yang cepat dan terapi yang tepat menjadi kunci utama penanganannya. Penyakit jantung masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat karena angka kasusnya yang terus meningkat, salah satu jenis penyakit jantung yang mesti diwaspadai yaitu sindrom koroner akut atau acute coronary syndrome (ACS). Koroner akut adalah penyumbatan pada pembuluh darah di jantung yang bertugas memberi asupan darah ke jantung.
Faktor penyebab paling banyak terkena ACS adalah kolestrol, rokok, penyakit hipertensi, diabetes, aterosklerosis (pengerasan dan penebalan pembuluh darah ), usia, serta jenis kelamin di mana pria lebih banyak yang terserang gangguan ini. Usia penderita ACS makin lama makin muda saja hal ini ditengarai akibat perubahan gaya hidup masyarakat urban yang serbainstan dan mengakibatkan kesehatan seperti merokok, mengonsumsi makanan berlemak, mengalami obesitas atau kegemukan, diet kurang tepat, minum alkohol, malas berolahraga, kurang aktivitas fisik, dan stres psikososial.


Gejala utama penyakit ini  seperti nyeri dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri, punggung, rahang, atau kedaerah abdomen. Nyeri dada tersebut biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas seperti berjalan cepat, tergesa-gesa, atau sedang berjalan mendaki atau naik tangga, namun segera hilang bila aktivitas dihentikan. Diagnosis penyakit ini bisa menggunakan alat elektrokardiografi (EKG) berupa alat bantu diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung berupa grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. Jika menemukan pasien ACS, keluarga atau orang terdekatnya mesti secepatnya membawa ke pusat pelayanan jantung atau poliklinik.
Batas waktunya sekitar 12 jam usai serangan. Karena kalu lewat dari waktu tersebut otot jantungnya sudah mati sehingga dilakukan tindakan apa pun tetap tidak bisa menolong, penatalaksanaan pasien ACS bervariasi mulai pemberian obat-obatan, pemasangan stet, sampai operasi bypass jantung atau coronary artery bypass graft (CABG).