Waspadai Benjolan Di Leher

Jika pada bagian leher anda tumbuh benjolan tanpa ada rasa nyeri yang permanen atau membesar sebaiknya waspadai. Bisa jadi itu gejala kanker kelenjar getah bening. Insiden kasus limfoma memang diketahu terus meningkat beberapa tahun belakangan ini. Badan Kesehatan Dunia WHO memperkirakan sekitar 1,5 juta orang di dunia saat ini hidup dengan limfoma dan 300.00 orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. DiIndonesia angka penderitanya masih belum jelas, namun yang pasti limfoma menduduki peringkat keenam kejadian kanker terbanyak.
Limfoma diketahui merupakan jenis kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru, penderita bisa meninggal dunia dalam waktu enam bulan bila tak dilakukan kemoterapi secara kontinu. Makintua usia makin tinggi resiko terkena limfoma karena daya tahan tubuhnya menurun, limfoma merupakan jenis kanker yang menyerang sistem limfatik tubuh dan tulang akibat mutasi sel limfosit (sel darah putih)yang sebelumnya normal. Hal ini kemudian menyebabkan sel-sel tersebut menjadi ganas. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limfa, sumsum tulang darah, dan organ lainnya.
Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh dan bertugas dalam membentuk pertahanan alamiah tubuah melawan infeksi dan kanker. Gejala klinis pasien penyakit kanker ini biasanya terdapat benjolan yang kenyal, tidak terasa nyeri, mudah digerakan dan tidak ada tanda-tanda radang yang biasanya terdapat dileher, ketiak, atau pangkal paha. Apabila kankernya sudah menyebar pasien umumnya akan merasakan demam tanpa sebab, berkeringat pada malam hari dan kelelahan secara berlebihan, juga berat badan turun secara derastis tanpa ada penyeban yang jelas, batuk terus menerus, sesak napas, dan kesulitan menyingkirkan infeksi.
Beberapa orang mengalami gatal persisten dari kulit di seluruh tubuh dan sensitivitas dari alkohol. Saat ini ada sekitar 43 jenis limfoma yang dikategorikan ke dalam limfoma hodgkin dan limfoma non hodgkin (NHL), yang paling banyak penderitanya. Klasifikasi biasanya didasarkan atas jenis sel yang mengalami mutasi  yaitu B cell, T cell, dan naturanl killer cell tumor. Sampai saat ini penyebab limfoma masih belum diketahui pasti. Namun beberapa faktor yang diketahui terkait dengan perkembangan limfoma di antara virus HIV, virus epstein barr, HTLV-1, dan HHV-8.
Faktor lainnya yang menjadi memicu adalaha  ketuturan atau genetik, kelainan sistem kekebalan, serta toksin dari lingkunagan seperti ri paparan herbisida, pengawet, dan pewarna kimia. Sementara itu, sebuah penelitian menyebutkan program diet juga meningkatkan risiko limfoma. Jika seseorang memiliki asupan tinggi protein hewani, mereka akan memiliki risiko lebih tinggi terkena NHL, orang-orang yang memiliki asupan tinggi lemak jenuh akan memiliki peningkatan risiko. Di sisi lain jika anda memiliki asupan lebih tinggi dari rata-rata asupan serat dari makanan terutama jika anda sering mengonsumsi sayur dan buah-buahan dengan kandungan serat yang tinggi risiko menderita NHL akan turun