Kanker Payudara Bisa Di Sembuhkan

Peluang sembuh semakin besar bagi penderita kanker payudara mempunyai peluang sembuh hingga 98% dengan deteksi sejak dini dan metode penanganan terkini.

Penyakit kanker payudara masih menjadi momok bagi kaum hawa, berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit di Indinesia. Kanker payudara merupakan penyakit yang disebabkan sel ganas atau disebut kanker yang tumbuh dijaringan payudara. Sel kanker ini dapat menyebar kejaringan sekitarnya atau organ tubuh lainnya seperti paru, hati, otak, mata, kandung kemih, tulang, dan lain-lain.
Dahulu penderita kanker payudara seperti menanti datangnya kematian itu datang. Namun, sekarang penyakit ini curable, asal datang dalam stadium dini bisa disembuhkan. Harapan hidup pasien amat tergantung pada diagnosis dan penanganan dini, banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami manfaat skrining atau deteksi dini yang harus dilakukan secara rutin seperti dengan teknik sadari memeriksakan payudara sendiri, mammografi, ultrasonografi (USG), dan pemeriksaan klinis payudara di RS.
Penderita kanker payudara di Indonesia akan mendapatkan terapi paliatif yang tujuannya tidak lagi untuk menyembuhkan, melainkan hanya mengurangi gejala demi meningkatkan kualitas hidup penderita, maka sebaiknya mulai sekarang lakukan skrining kanker payudara, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker payudarasekitar 5%-10% kanker payudara berhubungan dengan faktor genetik. Seiring berkembangnya ilmu dan teknologi di bidang bedah payudara saat ini, kanker payudara dapat didiagnosis sedini mungkin artinya penderita dapat menjalani operasi dengan berbagai macam pilihan teknik terkini sesuai dengan standar dan protokol internasional tanpa harus kehilangan atau mengubah bentuk dan ukuran payudara.


Salah satu cara mendeteksi dini adalah dengan core needle biopsy yaitu pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaaan laborator yang cukup dilakukkan diruang praktik dengan pembiusan lokal, dengan teknik terkini pasien tidak perlu rawat inap, tidak perlu puasa, tidak dibutuhkan penjahitan luka, dan prosedurnya hanya membutuhkan waktu selama 5-10 menit. Metode lama berupa pengangkatan seluruh payudara, saat ini mulai ditinggalkan. Itu karena selain memiliki efek estetika dan kosmetik yang buruk juga akan menimbulkan beban psikologis pada pasiennya, selain faktor genetik pola hidup yang tidak sehat diketahui sebagai pemicu berkembang biaknya sel kanker. Karena itu untuk mencegah penyakit berbahaya ini ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan mengkonsumsi makanan seimbang dan bergizi, serta rajin berolahraga selain itu hindari stres, kegemukan setelah menopause, diabetes mellitus, dan kegemaran mengonsumsi alkohol dan merokok.
Mulai konsultasi pemeriksaan sampai dengan tindakan biopsi untuk menentukan diagnosis dalam sehari dibawah satu atap.