Indonesia Rawan Terjangkit Penyakit Ikan

LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Penting, penguatan Petugas dan Teknologi

Kementerian Kelautan dan Perikanan memperketat pengawasan benih ikan dan pakan biologi mengantisipasi meluasnya penyakit sindrom mati awal pada udang. Wabah ini meluas di Amerika Latin serta sebagian negara Asi bagian selatan dan tenggara.

“Kami meningkatkan pengawasan, terutama dipintu-pintu pelabuhan impor. Kami minta pertambak dan pembudidayaan berhati-hati. Penyakit early mortality syndrome (EMS) SANGAT MEMATIKAN”. Penyakit EMS juga dikenal dengan acute hepatopancreatic necrosis syndrome (AHPNS) yang disebabkan oleh bakteri. Meski penyakit ini sangat ganas dan mampu membunuh 100 % udang berumur 20-30 hari, penyakit ini tidak menular pada manusia.
Kasus ini pertama kali dilaporkan dinegara China pada tahun 2009, di susul oleh negara-negara lain seperti Vietnam tahun 2010, Malaysia tahun 2011, Thailan 2012 serta negara Meksiko dan India. Pencegahan dilakukan dengan menolak udang-udang impor dari negara-negara lain, di Vietnam serangan bakteri EMS ini merugikan Rp. 1 triliun. sedangkan di Thailan pemerintahan dan pertambakan terpaksa mengeringkan 90 % tambak untuk mematikan bakteri dan di Malaysia EMS menurunkan 30.000 ton (40 %) produksi normal. Pada tahun 2013, negara-negara terinfeksi mengalami penurunan ekspor udang sangat signifikan. Thailand turun 23,8 % dan China 28,4 % . Di Indonesia ekspor udang diperkirakan akan meningkat karena tidak mengalami penolakan akibat EMS. Narmoko Prasmadji, Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, menjelaskan penularan EMS bisa dibawa induk , bibit, dan pakan.


BKIPM menjalin kerja sama dengan pemenrintah daerah dan petugas perikanan lainnya untuk menangkal penularan bakteri. Terkait banyaknya pintu masuk ilegal dan juga akan menjalin kerja sama dengan kepolisian.
Pakar politik ekologi Institut Pertanian Bogor, mengatakan, penguatan petugas dan teknologi di Balai Karantina perlu dilakukan. Diteksi mikroorganisme pada ikan atau pakan hampir tidak mungkin dilakukan dengan mata telanjang.
Selain udang, komoditas rumput laut yang diusahakan masyarakat kecil rawan penyakit, seperti ais-ais (bintik putih
semaca cacar).  Padahal rumput laut juga produk andalan kelautan yang sedang booming, penyakit lain seperti infectious myonecris virus (IMNV), koi herpes virus (KHV), taura syndrome virus (TSV), Ichthyophtirius multifiliis, Lernaea cyprinacea, white spot syndrome virus (WSSV). Penyakit IMNV pernah menghancurkan budidaya udang vaname di Situbondo, Jawa Timur, pada tahun 2006 dan pada tahun 2002, penyakit KHV mematikan 95 % populasi ikan mas dan koi di Indonesia.