Rawat Gusi Sebelum Timbul Masalah

Apakah Merawat Gusi Penting?

Kesehatan gusi belum menjadi bagian penting yang dijaga kesehatannya oleh masyarakat di Indonesia. Padahal, permasalahn gusi semakin banyak ditemukan dan menyebabkan penyakit lain yang berbahaya. Sekitar 88,67% masyarakat yang tinggal di perkotaan mempunyai penyakit pada gusi mereka. Pada tahun 2011, survei kesehatan rumah tangga menunjukkan 60% orang di Indonesia mempunyai masalah gusi. Berdasarkan World Oral Health Report pada tahun 2003, gangguan pada gusi menjadi peringkat keempat perawatan kesehatan gigi dan mulut dengan biaya paling mahal, apabila gejala yang sudah ditimbulkan tidak ditindaklanjuti lebih awal.

Masalah pada gusi termasuk silent disease karena kadang-kadang tidak menimbulkan rasa sakit. Saat sudah diketahui, ternyata penyakitnya sudah parah dan menyebabkan gigi goyang atau bahkan sudah tanggal.Kesehatan pada gusi harus menjadi prioritas untuk menunjang kesehatan gigi dan mulut secara optimal karena jika gusi dan tulangnya sakit bagaimana cara untuk menopang gigi tersebut. Permasalahn yang menyangkut gusi sebenarnya bisa dengan mudah diidentifikasi dengan mengenali tanda-tanda tertentu. Misalnya adalah saat gusi berdarah yang merupakan tanda sistem tubuh akan terdapatnya sebuah masalah. Gusi berdarahnya umumnya diketahui ketika seseorang melihat adanya darah saat membuang ludah usai menyikat gigi.

Banyak orang mengira ketika gusi berdarah disebabkan pada saat menyikat gigi yang terlalu keras ataupun penggunaan bulu sikat gigi yang terlalu kasar. Gusi berdarah sebenarnya disebabkan oleh plak yang menumpuk pada pangkal gigi yang kemudian menekan gusi sehingga membuat gusi mengalami radang dan mudah mengeluarkan darah jika terkena sentuhan ringan, misalnya tersentuh sikat gigi. Jika tidak ditangani sejak awal, permasalahn pada gusi akan menimbulkan masalah pada jaringan pendukung gigi atau periodontal.

Masalah pada jaringan pendukung gigi atau periodontal, di antaranya mulai dari susunan gigi yang tidak rapi atau berjejal, gusi bengkak atau gingivitis, hingga gigi tanggal dan penyakit berbahaya lain yang mengacu pada infeksi bakteri kronis pada gusi dan tulang penyangga gigi yang disebut periodontitis. Jika gigi sudah bengkak ditambah faktor-faktor lain yang membuat parah, seperti faktor lokal, sistemik atau pola kebersihan mulut. Orang yang berisiko tinggi terkena masalah gusi adalah wanita hamil, penderita diabetes, manula, dan perokok.

Pada pasien diabetes, umumnya mempunyai sistem kekebalan tubuh yang labih lemah yang disebabkan adanya kelainan metabolik yang disebabkan tingginya kadar gula dalam darah. Hal tersebut menyebabkan bakteri akan tumbuh lebih cepat dan infeksi akan lebih mudah terjadi, termasuk pada bagian gusi dan jaringan penyangga gigi. Selain hal tersebut, penyakit diabetes juga akan mengalami manifestasi oral, seperti mulut terisi kering, mulut terasa terbakar, dan aliran ludah berkurang. Padahal, kebersihan mulut yang buruk juga merupakan faktor utama penyebab penyakit pada gusi. Maka dari itu, penderita diabetes harus rajin untuk membersihkan mulut dan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Sedangkan perokok, akan berisiko 2,5 sampai 3,5 kali lebih tinggi terkena penyakit gusi, serta 4 kali lebih mungkin mengembangkan penyakit gusi lanjut. Merokok dapat menyebabkan bakteri anaerob pada rongga mulut, yaitu porphyromonas gingivalis, aggregatibacter actinomycetemcomitans, dan prevotella intermedia tumbuh dengan subur di area mulut. Hal tersebut berakibat, gusi mudah terkena infeksi. Plak pada gigi yang ditimbulkan dari rokok juga bisa menyebabkan peradangan pada gusi. Sementara zat nikotin pada rokok bisa menyebabkan imunitas tubuh melemah sehingga perlawanan terhadap bakteri menjadi berkurang. Rokok juga bisa mengganggu fungsi normal sel-sel dalam jaringan gusi dan menghalangi aliran darah ke gusi.

Hal yang berbahaya, pada saat masalah pada gusi seperti peradangan, para perokok tidak menimbulkan tanda peringatan berupa gusi berdarah. Hal tersebut mebuat banyak pasien gingivitis muncul dalam keadaan sudah parah. Untuk menjaga kesehatan gusi dan gigi, disarankan untuk menyikat gigi sekurang-kurangnya dua kali dalam sehari, yaitu pada saat sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur, dengan menggunakan pasta gigi yang tepat dan cocok untuk gigi Anda.

Cara Agar Gusi Sehat:

1.Pilih bulu sikat yang lembut

Bulu sikat yang kasar dan tekanan yang terlalu keras pada gusi bisa menyebabkan kerusakan gigi serta mengiritasi gusi.

2. Bersihkan gigi dengan benang halus setiap hari

Membersihkan sisa makanan yang ada di sela-sela gigi dan gusi setiap hari dengan benang halus bisa mencegah seawal mungkin gangguan pada gigi dan gusi. Benang pembersih gigi tersebut bisa diperoleh di apotek terdekat.

3. Sikat gigi

Sikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu sesudah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Pastikan untuk menyikat gigi dengan cara yang benar. Jika tidak tahu atau tidak memahami cara menyikat gigi yang benar, segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

4. Periksa gigi

Memeriksa gigi secara rutin setidaknya 6 bulan sekali untuk mendeteksi gangguan sejak dini dan mencegah permasalahan gusi berlanjut ke tingkat yang lebih parah.

5. Hindari makanan yang terlalu panas dan dingin

Makanan yang terlalu panas dan terlalu dingin bisa merusak kesehatan gigi dan gusi. Apalagi saat ini Anda sedang bermasalah dengan gigi dan gusi. Makanan yang hangat merupakan pilihan yang tepat untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.

6. Berhenti merokok

Kondisi gusi pada orang yang aktif merokok lebih rentan terhadap infeksi karena tembakau menyebabkan berkurangnya oksigen di aliran darah sehingga menghambat aliran darah dan nutrisi kejaringan gusi. Hal tersebut bisa mempengaruhi lemahnya mekanisme pertahan tubuh.