Penyakit Degeneratif Mengintai Anda

Penyakit Degeneratif Mengintai Anda

Sejak beberapa dasawarsa silam, penyakit degeneratif telah menjadi segmentasi permasalahan tersendiri tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Dengan semakin peliknya permasalahan yang disebabkan berbagai macam penyakit menular, kasus noninfeksi bisa menimbulkan beban ganda bagi dunia kesehatan. Hingga saat ini penyakit degeneratif telah menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Berdasarkan data WHO (Badan Kesehatan Dunia), hampir 17 juta orang meninggal lebih awal setiap tahunnya yang disebabkan epidemi global penyakit degeneratif. Hal yang mengkhawatirkan adalah kematian yang disebakan oleh epidemi global tersebut ditemukan sebanyak 80% di negara dengan pendapatan sedang dan rendah.

Indonesia sendiri, transisi epidemiologi menimbulkan terjadinya pergeseran pola penyakit, yaitu penyakit kronis degeneratif terus mengalami peningkatan. Penyakit degeneratif menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghancuran terhadap jaringan atau organ tubuh. Proses deri kerusakan tersebut bisa terjadi seiring dengan penambahan usia maupun gaya hidup yang kurang sehat. Gaya hidup tersebut umumnya dipicu oleh modernisasi zaman dan kemajuan teknologi pada segala bidang kehidupan sehingga masyarakat semakin terlena, dan terus dimanjakan oleh kemudahan fasilitas yang ada saat ini.

Telepon genggam, internet, lift, dan sarana transportasi membuat orang semakin sedikit bergerak. Yang terjadi adalah, gaya hidup sedentari yang ditandai dengan banyak duduk dan kurang aktivitas fisik. Aktivitas dengan pola tersebut, ditambah dengan kegemaran memakan makanan tinggi lemak, karbohidrat dan protein yang banyak terdapat pada makanan cepat saji akan mudah menyebabkan timbulkan penyakit degeneratif, misalnya adalah kanker, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan obesitas. Selain faktor tersebut, urbanisasi dan meningkatnya ekonomi perkotaan diidentifikasikan sebagai salah satu kontributor yang menyebabkan meningkatnya penyakit diabetes di Indonesia. Kondisi tersebut akan menurun kemampuan dalam bekerja dan menghasilkan pendapatan, mengurangi kualitas hidup yang kemudian bisa mengarah pada komplikasi selanjutnya. Contohnya adalah penyakit jantung, data terbaru menunjukkan setiap 2 menit ada 1 orang yang mengalami serangan jantung.

Serangan jantung terjadi secara mendadak dan terkadang tidak diawali dengan gejala yang spesifik sehingga menjadikan penyakit jantung disebut juga sebagai pembunuh diam-diam atau silent killer. Dokter mengatakan, usia pada penderita sakit jantung semakin lama semakin muda. Terdapat seorang pria paling muda yang menjalani pemasangan stent jantung yang berusia 32 tahun. Sedangkan untuk wanita, penderita penyakit jantung biasanya berusia si atas 50 tahun namun sekarang yang masih aktif haid sudah melakukan pemasangan stent. Untuk penyakit stroke, pada saat ini risiko serangan stroke mengalami peningkatan 10-15 kali, menanjak tinggi dibandingkan pada tahun 1970 yang hanya sekitar 2,5%. Penyakit stroke sudah menjasi masalah kesehatan masyarakat.

Penyakit Degeneratif Yang Harus Anda Waspadai

1. Jantung Koroner

jantung koroner

Angka prevalensi penderita penyakit jantung koroner sebesar 1,5% pada populasi umur lebih dari atau sama dengan 15 tahun. Kematian terbesar di seluruh dunia saat ini masih disebakan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah yaitu sekitar 29% atau 1,7 juta pasien meninggal setiap tahunnya.

2. Stroke

Stroke

Penyakit stroke memiliki prevalensi 12,1 per 1.000 penduduk, diperkirakan terdapat sekitar 300.000 kasus baru stroke setiap tahunnya. Angka insiden tersebut dinilai relatif sama dengan kejadian penyakit stroke di China dan Amerika Serikat.

3. Diabetes

Diabetes

Federasi Diabetes Internasioanl mengatakan, saat ini sekitar 9,1 juta masyarakat Indonesia hidup dengan penyakit diabetes. Angka tersebut melonjak 500.000 dibandingkan tahun yang lalu. Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan populasi penyakit diabetes terbesar ke-5 di dunia yang sebelumnya berada di peringkat 7.

4. Hipertensi

hipertensi

Pada tahun 2013 lebih dari 25% orang di Indonesia yang berusia di atas 18 tahun menderita penyakit hipertensi (darah tinggi). Tetapi hal mengkhawatirkan adalah dari jumlah tersebut, yang menyadari menderita hipertensi melalui diagnosis tenaga kesehatan dan meminum obat tidak sampai 10%.

5. Gagal ginjal

gagal ginjal

Himpunan ahli ginjal dan hipertensi menyebutkan setiap tahunnya terdapat 200.000 kasus baru gagal ginjal stadium akhir. Tetapi, tidak semua pasien terlayani untuk melakukan cuci darah yang disebabkan oleh keterbatasan unit mesin dialisis.