Cara Efektif Dalam Mengelola Diabetes

cara kelola penyakit diabetes

Jumlah penderita penyakit diabetes di dunia semakin memprihatikan. Dari data International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2012, lebih dari 317 juta penduduk Indonesia menderita penyakit diabetes. Sementara, riset Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia dengan usia 15 tahun yang mengidap penyakit diabetes sebanyak 6,9%. Sementara itu, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia pada tahun 2011 mengatakan, Indonesia telah memasuki epidemi diabetes tipe 2. Tingkat prevalensi penyakit diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia yaitu daerah Yogyakarta sebesar 2,6%, daerah DKI Jakarta sebesar 2,5%, daerah Sulawesi Utara sebesar 2,4%, dan daerah Kalimantan Timur sebesar 2,3% dengan penderita para wanita yang berusia 45 samapi 52 tahun.

Berdasarkan data tersebut, untuk meminimalkan perkembangan epidemi penyakit diabetes dibuat program bernama “4 Sehat 5 Teratur”. Program “4 Sehat 5 Teratur” bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah sehingga diharapkan bisa mgurangi terjadinya komplikasi. Program “4 Sehat 5 Teratur” terdiri atas:

1. Edukasi diabetes, dilakukan agar penderita penyakit diabetes terus mencari informasi dan mengetahui perkembangan penyakit diabetes sehingga bisa memahami penyakit diabetes serta cara dalam penanganan penyakit tersebut.

2. Melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 3 sampai 4 kali dalam seminggu, selama kurang lebih 30 menit.

3. Pengaturan pola makan penderita penyakit diabetes perlu dijaga dengan konsumsi rendah gula dan tinggi serat agar gula darah menjadi seimbang.

4. Terapi obat atau insulin dengan anjuran dari dokter sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes, membutuhkan obat oral atau insulin.

5. Swa- Monitor Glukosa Darah (SMGD) berstruktur, yaitu pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu.

Pada tahun 2008, International Diabetes Federation menyarankan Swa-Monitoring Glukosa bagi penderita diabetes tipe 2, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun Oral Anti-Diabetic (OAD). Tujuan dari Swa-Monitoring Glukosa berstruktur supaya hasilnya dapat dibaca atau interpretasi sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat. Pemeriksaan gula darah secara mandiri tersebut bisa dilakukan dengan beberapa angka waktu ideal, yaitu 2 sampai 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita diabetes, dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan.

Tes kombinasi ini, adalah contoh paling sederhana dari Swa-Monitoring Glukosa Darah yang dilakukan secara berstruktur. Target hasil tes gula darah yaitu gula darah puasa atau sebelum makan berada di bawah 100 mg/dL. Gula darah setelah makan, yaitu di bahawah 140 mg/dL. Namun, banyak dari penderita penyakit diabetes tidak memeriksa penyakitnya secara rutin. Hal tersebut disebabkan, para penderita diabetes menganggap terapi obat yang dilakukan sehari-hari akan efektif secara terus-menerus.

Namun sebenarnya, perkembangan kadar gula darah seseorang secara berkala bisa berubah dalam kurun waktu tertentu sehingga dibutuhkan Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD) berstruktur. SMGD yang berstruktur tidak hanya memantau kadar gula darah, namun bisa memudahkan penderita penyakit diabetes maupun dokter dalam menyesuaikan asupan obat dan bisa membantu dalam program terapi pengelolaan diabetes. Sehingga kadar gula darah dalam tubuh bisa tetap terkontrol dengan baik untuk menghindari terjadinya komplikasi penyakit diabetes.

Dengan mensosialisasikan program “4 Sehat 5 Teratur” diharapkan dalam jangka panjang bisa menekan pertambahan penderita penyakit diabetes di Indonesia. Cara memeriksa kadar gula darah, bisa menggunakan alat Accu-Chek. Alat tersebut merupakan monitor untuk mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh bagi diabetesi dan non-diabetesi yang bisa digunakan sehari-hari kapan saja dan dimana saja dengan hasil akhir akurat yang setara dengan hasil laboraturium.

Cara Menjaga Gula Darah Agar Stabil:

1. Aktif bergerak

Kurang menggerakkan tubuh seperti duduk terlalu lama akan menaikkan kadar gula darah. Lakukanlah peregangan setiap 20 menit sekali atau berkeliling di sekitar ruangan.

2. Pilihlah Produksi Susu Rendah Lemak

Wanita yang mengonsumsi produk susu rendah lemak mempunyai risiko rendah terhadap penyakit diabetes tipe 2. Peneliti menduga, beberapa protein yang terdapat dalam susu bisa merangsang sekresi insulin dalam tubuh.

3. Makan ikan

Mengonsumsi ikan yang mengandung omega 3 bisa meningkatkan metabolisme yang akan membantu menurunkan tekanan darah dan kadar tricylglycerol.

4. Hindari nasi putih

Semakin banyak mengonsumsi nasi putih, maka semakin besar risiko terkena penyakit diabetes. Untuk mengganti asupan nasi, konsumsi biji-bijian, seperti beras merah dan gandum.

5. Konsumsi buah dan sayur

Orang yang mengonsumsi lebih dari 10 jenis buah dan sayuran setiap minggu, diketahui 40% lebih aman dari penyakit diabetes daripada orang yang mengonsumsi 8 jenis sayuran dan buah.

 

 

 

Para penderita kini bisa mengelola penyakitnya dengan program terbaru “4 sehat 5 teratur”. Contohnya adalah dengan melakukan Swa-Monitoring Gula Darah atau SMGD yang berstuktur dengan pemeriksaan gula darah secara mandiri.