Tes Mudah Dalam Mendeteksi Kanker

Menemukan sel kanker dalam stadium dini merupakan kunci dalam penanganan penyakit mematikan tersebut. Tetapi, kanker sering kali datang pada stadium lanjut dan tanpa gejala berarti pada stadium awal. Merupakan tantangan tersendiri untuk mendeteksi hadirnya kanker pada stadium awal. Saat ini para peneliti di seluruh dunia sedang menguji metode sederhanan untuk melihat tanda-tanda awal dari sejumlah jenis kanker seperti kanker payudara, kanker kolorektal, kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker mulut, dan kanker yang lin. Beberapa tes bahkan sudah tersedia dan dapat diaplikasikan pada masyarakat.

Slah satu deteksi kanker yang layak untuk digunakan yaitu dengan napas. Menurut para ahli¬† napas bisa mengungkapkan banyak petunjuk tentang kesehatan. Udara yang Anda hirup diketahui mempunyai ratusan bahan kimia yang berbeda, yang disebut dengan volatile compounds (VOC). Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa napas yang dihembuskan dari orang-orang dengan kanker paru-paru dan kanker payudara mempunyai panel yang jelas berbeda dari “bau” atau VOC dibandingkan dengan napas orang yang tidak menderita kanker.

Tetapi ada yang mengatakan Anda juga bisa memberikan tugas kepada anjing. Beberapa dekade lau, ada beberapa laporan tentang anjing yang bisa mencium gejala kanker pada pemiliknya. Sejak itu semakin banyak studi ilmiah mendukung keakuran anjing dalam mendeteksi bahan kimia yang dilepaskan oleh sel kanker. Jenis kanker yang bisa dideteksi termasuk kanker usus besar, payudara, kandung kemih, ovarium, prostat, dan paru-paru.

Saat ini uji klinis sedang dilakukan untuk mengetahui apakah sensor napas dan hidung terbukti secara akurat bisa mendeteksi kanker paru-paru jenis tertentu. Dan sebuah penelitian mengungkapkan sekitar 85% akurasi dalam membedakan mereka dengan kanker pada pasienn yang berisiko tinggi. Tes lain untuk mendeteksi adanya kanker yaitu air liur. Di samping bau napas, mulut itu sendiri telah lama dianggap sebagai pintu gerbang kesehatan seseorang. Bakteri di dalam mulut tidak hanya memicu gigi berlubang dan penyakit gusi, juga bisa menemukan keberadaan kanker tertentu, seperti kanker pankreas yang sering kali tidak terdeteksi samapi telah berkembang.

Sebuah sekaan sederhana air liur bisa membantu mendiagnosis kanker pankreas secara dini. Orang-orang dengan kanker pankreas mempunyai berbagai jenis bakteri dalam air liur mereka dibangkan dengan mereka yang tidak menderita kanker atau orang-orang dengan penyakit pada organ pankreas yang berbeda. Untuk mendeteksi adanya kanker pankreas berharap penelitian tersebut akan mengarah pada cara yang lebih mudah untuk melacak orang-orang yang berisiko terkena kanker pankreas.

Penelitian tersebut menemukan air liur pasien dengan kanker pankreas mempunyai tingkat yang lebih rendah dari bakteri tertentu dan tingkat yang lebih tinggi dari jenis yang lain. Tes lain yang banyak digunakan saat ini yaitu tes darah dan feses. Semua kanker melepaskan DNA ke dalam aliran darah. Ada banyak jenis tes darah yang berbeda caranya atau “biopsi air” yang sedang dikembangkan untuk melihat potongan-potongan genetik, serta protein, fragmen tumor, dan biomarker lain, khususnya terkait dengan kanker.

Banyak penelitian kanker dasar beberapa dekade terakhir telah difokuskan pada identifikasi perubahan DNA, RNA, dan protein yang membedakan sel kanker dari sel normal. Penelitian terbaru telah menemukan bahwa circulating tumor DNA (ctDNA) berhasil mendeteksi pada orang dengan stadium awal kanker payudara, kanker kolorektal, kanker gastroesphageal dan kanker pankreas. Beberapa tes darah biomarker untuk kanker kini sudah tersedia. Sel darah merah dan perubahan DNA yang berkaitan dengan kanker kolorektal juga melepaskan ke saluran pencernaan melalui tinja yang keluar dari tubuh.