Nyeri Sendi Jangan diremehkan

penyakit AR

Apakah Anda pernah mengalami sendi bengkak, panas saat diraba, merah-merah dan kaku jika digerakkan. Anda harus segera mengecek atau periksa dan perhatikan karena mungkin Anda bisa menderita Artritis Reumatoid (AR), jenis rematik yang berbahaya. Penyakit AR harus diwaspadai karena jumlah kasusnya meningkat dari waktu ke waktu. Diperkirakan penyakit ini sudah menimpah lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia. Untuk di Indonesia, penderita penyakit ini berusia di atas 18 tahun dan jumlah pasiennya berkisar 0,1% sampai 0,3% dari jumlah penduduk yang ada di Indonesia.

AR adalah bentuk umum dari penyakit autoimun atau tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri, yang berakibat peradangan dalam waktu yang lama pada sendi hingga menyebabkan rasa nyeri dan kaku. AR bisa menyerang hampir semua sendi yang ada di tubuh, namun yang paling sering yaitu sendi yang ada di pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut, dan pergelangan kaki. Sendi lain yang mungkin diserang adalah sendi di tulang belakang, pinggul, leher, bahu, rahang, dan bahkan sambungan antartulang sangat kecil di telinga bagian dalam.

Penyebab utama dari AR belum diketahui dengan pasti, tetapi pengobatan yang tersedia bisa meningkatkan harapan remisi yang menjadi tujuan atas penyakit AR tersebut. Seorang dokter menjelaskan awal dari penyakit AR adalah nyeri pada sendi, terutama tangan dan pergelangan tangan, seribg simetris, merah, bengkak, nyeri tangan, nyeri gerak, dan keterbatasan dalam bergerak. Tetapi, penyakit AR bukan hanya penyakit sendi. AR juga menyerang bagian sistemik, seperti kaku pada pagi hari atau demam, berat badan turun, cepat lelah dan anemia.

AR juga memengaruhi organ lain seperti nodul rheumatoid, vaskulitis (peradangan pembuluh darah), fibrosis paru, gangguan mata seperti mata kering, serta perikarditis (peradangan pada pelindung jantung). Penyakit AR menyerang semua usia, namun meningkat pada dewasa muda sekitar umur 35 hingga 55 tahun. Wanita tiga kali lebih banyak terkena penyakit AR dibandingkan dengan pria. Penyakit AR sangat berbahaya karena penyakit yang bisa menjadi semakin buruk dari waktu ke waktu. Kerusakan sendinya bersifat progesif yang bisa menimbulkan kecacatan pada sendi.

Namun, nyeri pada sendi bisa dikontrol. Pasien yang menderita AR membutuhkan pengobatan yang tepat sedini mungkin sehingga perjalanan penyakit ini bisa dikontrol agar terhindar dari kerusakan sendi yang terus berlanjut dan menimbulkan kecacatan. Pasien penyakit AR juga rentan merasakan depresi akibat rasa nyeri yang membuat pasien sulit untuk beraktivitas dan berdampak pada kualitas hidup. Penyakit AR juga mengurangi harapan hidup 3 sampai 7 tahun, kurang dari 50% pasien dengan penyakit AR bisa bekerja secara normal setelah 10 tahun. Penyakit AR juga berisiko terkena penyakit kardiovaskuler dan kematian yang lebih awal. Deteksi dini menjadi kunci penting menangani AR karena akan menentukan keberhasilan dalam pengobatan.

Banyak pasien AR yang menjalankan pengobatan sendiri dengan mengonsumsi obat steroid untuk meredakan nyeri yang banyak tersedia di pasaran. Padahal, penyakit ini tidak bisa ditangani sendiri, harus pergi ke dokter yang kompeten. Dampak dari penggunaan steroid, justru akan berakibat fatal dibandingkan penyakit itu sendiri. Pasien AR akan mengalami bentuk wajah yang sembap dan membuat (moon face), osteoporosis, darah tinggi, bengkak-bengkak, dan diabetes. Obat antinyeri rematik juga bisa menimbulkan luka di lambung.

Cara menghindari neyeri sendi:

1.  Konsumsi vitamin D.

vitamin D

Vitamin ini dipercaya baik untuk menjaga kesahatan tulang. Karenanya, asupan vitamin D yang mencukupi bisa mencegah risiko nyeri sendi.

2. Jaga berat badan.

menjaga berat badan

Mempunyai berat badan tak proporsional alias gemuk atau obesitas bisa meningkatkan risiko radang sendi pinggul, lutut, pergelangan kaki, dan kaki. Karenanya, menjaga berat badan yang sehat amat penting dilakukan.

3. Cukup kalsium

cukup kalsium

Asupan kalsium yang terkandung dalam susu dan beberapa makanan juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang. Namun, Anda jangan pula berlebihan karena terlalu banyak kalsium dan lemak susu juga tak baik bagi tubuh.

4. Olahraga dengan teratur.

olahraga teratur

Olahraga teratur sangat penting dilakukan untuk menguatkan otot. Otot yang kuat akam mampu melindungi sandi serta terhindar dari pergeseran pada tendon dan lligamen yang berlebih.

5. Menjaga postur tubuh yang baik.

Menjaga postur tubuh yang baik sangat penting untuk kesehatan tulang belakang. Karena, jika posisi tulang belakang tidak baik, akan menyebabkan munculnya nyeri sendi.

6. Memperhatikan pola makan.

Meski tidak ada diet khusus untuk keluhan nyeri sendi, diet sehat tetap bermanfaat bagi kesehatan secara umum, termasuk membantu menajaga kerangka tulang, otot, dan sendi.