Migran Anak

Gejala migrain pada umumnya kepala serasa mau pecah, tidak kuat melihat cahaya berkilat, peka terhadap suara. Setelah mengalami gejala ini biasanya anak dianjurkan untuk beristirahat.

Migrain pada anak bisa disembuhkan. Seiring bertambahnya usia, rasa sakit akan semakin berkurang jika dibarengi dengan istirahat cukup dan minum ibuprofen. Namun jika anak masih sering mengalami migrain sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan resep dokter dan pelindung gigi dari gemeretuk.

Tindakan pertama orang tua jika anaknya mengalami migraine perlu melakukan beberapa tips berikut ini:

1. Pastikan anak mempunyai pola makan teratur agar kadar gula darah bisa seimbang. Rendahnya kadar gula darah menjadi pemicu anak merasa sakit kepala

2. Anak harus mendapatkan asupan cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi

3. Makanan yang dikonsumsi anak harus tepat nutrisinya, memiliki kandungan riboflavin (vitamin B2) dan magnesium untuk mencegah migrain datang menyerang. Coba masukkan pisang, kacang almond, produk olahan susu, roti whole-grain dan sayuran hijau tua dalam daftar makanan anak.

4. Amati anak ketika terserang migrain sesuai kebiasannya, misalnya ketika membaca di dalam mobil, beraktivitas tanpa sarapan, atau terlalu lama bermain di luar sehingga bisa menemukan solusi mengurangi risiko migrain.

5. Anak yang kurang tidur akan berisiko terserang migrain lebih sering sehingga pastikan anak memiliki jam istirahat yang cukup baik siang hari ataupun malam hari.

6. Migrain pada anak juga disebabkan karena faktor stress. Bantu anak untuk mengatasinya misalnya kegiatannya di luar rumah dengan teman, sekolah dan keluarga yang membuat ia tertekan dan menjadi penyebab migrain bertambah parah.