Anak Tumbuh Optimal dengan Gigi Sehat

kesehatan gigi anak

Kesehatan pada gigi dan mulut anak terbukti bisa mempengaruhi proses tumbuh kembang. Jika tidak dijaga kebersihannya, pertumbuhan anak akan mengalami kendala. Mempunyai anak yang tumbuh sehat dan cerdas, merupakan idaman semua orang tua. Untuk mewujudkan hal tersebut, bukanlah persoalan yang mudah. Banyak calon ibu yang tidak memahami dasar-dasar penting dalam membesarkan abak, terutama pemenuhan nutrisi dan stimulasi agar si kecil berkembang optimal.

Salah seorang dokter anak mengatakan, pengetahuan tentang asupan gizi seimbang bagi anak harus diketahui oleh ibu sebelum melahirkan atau fase prenatal. Karena pada saat di dalam kandungan, janin sudah mulai tumbuh dan berkembang. Mulai dari pertambahan berat dan panjang badan hingga perkembangan otak serta organ-organ lainnya seperti jantung, hati, dan ginjal.

Sehingga ketika terdapat kelainan bawaan pada janin atau terkena infeksi pada saat hamil bisa segera diketahui dan diatasi. Agar anak bisa tumbuh dan berkembangan dengan optimal, semua kebutuhan dasarnya harus dipenuhi antara lain asupan nutrisi, kasih sayang, stimulasi, imunisasi, dan memastikan kebersihannya. Terdapat sejumlah faktor yang menunjang tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Kunci paling penting pertumbuhan anak adalah masa balita dan ibu harus memberi semua kebutuhan anak. Secara umum, disebut dengan asuh, asih, dan asah. Asuh terkait dengan kebutuhan fisik yaitu kebutuhan sandang, pangan , dan papan. Asih yaitu pemberian kasih sayang yang optimal, dan asah yaitu pemberian stimulasi yang intens dan tepat.

Ketga hal tersebut sama penting dan harus diberikan secara sama dan seimbang. Dan yang tak kalah penting adalah dalam memengaruhi tumbuh kembang anak yang sempurna yaitu kesehatan gigi dan mulut. Pertama, periode gigi susu atau bisa disebut gigi sulung. Kedua, gigi permanen. Untuk gigi susu, biasanya dimulai sejak dalam kandungan, yaitu saat eman bulan intrauterin atau setelah masa pembuahan, hingga lengkap sebanyak 20 gigi pada saat anak berusia 2 tahun.

Gigi susu tumbuh bertahap, mulai gigi bagian depan bawah ke atas, samping hingga belakang. Sementara itu, gigi permanen tumbuh saat anak berumur sekitar enam tahun. Namun, itu tumbuh keluarnya. Gigi permanen sudah dibentuk sejak anak berusia sekitar 2 tahun. Gigi permanen akan tumbuh dengan lengkap pada saat buah hati berusia 12 sampai 13 tahun. Kemudian, ada juga gigi bungsu yang baru keluar pada usia 17 tahun ke atas. Lalu apa fungsi dari gigi susu jika akan ada gigi permanen?

Fungsi gigi susu yaitu menunggu gigi permanen yang akan keluar. Meskipun bersifat sementara, kesehatan gigi susu tetap harus diperhatikan. Gigi susu yang rusak bisa menyebabkan rasa nyeri pada anak sehingga menurunkan nafsu makannya, pertumbuhan anak menjadi terhambat karena nutrisi yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Banyak ibu sekarang yang salah kaprah membiarkan gigi susu anak berlubang, grepes atau rusak.

Karena mereka berpikir nanti juga diganti dengan gigi permanen. Padahal, kesehatan gigi susu amat penting bagi tumbuh kembang anak. Orang tua harus membawa anaknya ke dokter gigi sejak gigi pertama tumbuh, yaitu sekitar  usia enam atau tujuh bulan. Pendekatannya dalah lebih banyak untuk up0aya edukasi kepada orang tua terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut anak, contohnya cara makan dan minum anak, membersihkan gigi anak yang benar.

Membersihkan bagian mulut anak harus dilakukan sejak anak lahir dan jangan sampai menunggu gigi tumbuh. Karena dalam rongga mulut tidak hanya terdapat gigi, namun ada gusi, lidah, bagian dalam pipi dan langit-langit. Di dalam rongga mulut juga terdapat banyak jamur yang berkembang biak. Jadi ketika sisa-sisa air susu ibu (ASI) tidak dibersihkan akan membentuk jamur sehingga lam-lama anak akan menolak untuk makan karena berasa panas dan tidak nyaman. Hal yang pertama yang bisa ibu lakukan adalah membersihkan gigi anak dengan kain kasa, jika sudah tumbuh gigi boleh langsung pakai sikat gigi.

Cara Agar Gigi Anak Sehat:

1. Menyikat gigi

Pada awalnya Anda cukup menggunakan jari atau kaps untuk membersihkan gigi anak. Pada usia sekitar 1 tahun Anda bisa menyikat gigi anak, kemudian mengawasi dan membimbing anak untuk menyikat gigi.

2. Merawat gigi susu

Gigi susu membutuhkan perhatian dari infeksi atau cedera langsung maupun tidak langsung. Pengobatan cepat dan tepat harus diberikan pada gigi susu yang membusuk atau terluka karena jatuh atau trauma.

3. Pilih sikat gigi yang baik

Agar tak melukai gusi, pilih sikat yang mempunyai bulu bulat dan lembut. Kepala sikat harus kecil agar bisa menjangkau semua sudut. Gagangnya harus cukup tebal namun cocok, nyaman, dan aman di tangan anak.

4. Gunakan pasta gigi khusus

Carilah pasta gigi dengan kandungan fluride maksimum 600 ppm. Mulai usia sekolah, anak-anak bisa beralih ke pasta gigi orang dewasa dengan kadar flouride 0,1 % atau 1.000 ppm (maksimum 1.500 ppm).

5. Kunjungi dokter gigi secara rutin

Sebaiknya kunjungi dokter gigi minimal sekali dalam enam bulan. Perawatan gigi tidak hanya dilakukan terhadap kerusakan atau cedera, tetapi juga bila ada maloklusi gigi anak. Kunjungan secara berkala memungkinkan dokter gigi untuk mendeteksi dan mengoreksi masalah lebih awal.